Home
 
  :: Category ::
Pet Article
Pet Events
Pet Health
Pet Tips
Pet Info
Pet Market
Pet Problem
Pet Wallpaper
Pet Video
Pet Vagansa
 


 

 

.:: Media Komunitas Pecinta Hewan Kesayangan ::.

:: Pet Dog ::

5 Hak Mutlak Hewan

(The Five of Freedom of Animal)

Seperti halnya manusia, seekor binatang memiliki hak mutlak untuk menunjang hidupnya agar bersahabat dengan baik pada siapapun, termasuk Anda.

Apa sajakah itu?

Perilaku hewan, memang unik. Dalam keadaan abnormal atau tidak sehat atau stres maka hewan akan terbatasi segala aktivitas/perilaku alami satwa, minimnya perlengkapan kandang yang mendukung perilaku alami satwa menyebabkan hewan tampak murung atau pasif. Kondisi yang lemah, merasa sakit atau memiliki masalah kegemukan, selalu terengah-engah/atau selalu berkeringat, suka berkerumun atau gemetar/menggigil, depresi/tertekan, rasa sakit yang berlebihan atau bersikap agresif (galak) terhadap manusia, menunjukkan perilaku abnormal atau yang disebut “stereotypes behavior.”

Anjing, kucing, kambing, domba, sapi, kuda, burung bahkan reptil akan menunjukkan perilaku tersebut diatas sesuai dengan perhatian yang diberikan pemiliknya.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pemilik hewan kesayangan, yang disebut dengan “The Five of Freedom of Animal,” atau “lima hak mutlak hewan.” Pada dasarnya satwa yang ada dirumah kita baik itu satwa domestil maupun satwa liar yang sengaja dikurung di rumah, hanya membutuhkan uluran tangan manusia tanpa bisa melakukan sesuatu sendiri seperti saat mereka berada dilingkungan alaminya atau di habitat aslinya.

The Five of freedom of Animal tersebut meliputi :

Freedom from hunger and thirst (Bebas dari rasa lapar dan haus)

Freedom from thermal and physical discomport (Bebas dari panas dan rasa tidak nyaman secara fisik)

Freedom from injury, disease and pain (bebas dari luka, penyakit dan rasa sakit)

Freedom to express most normal pattern of behaviour (Bebas mengekspresikan perilaku normal dan alami)

Freedom from fear and distress (Bebas dari rasa takut dan penderitaan).

Kebebasan pertama, bebas dari rasa haus, lapar dan kekurangan gizi dengan menyediakan akses air minum segar dan makanan yang terus menerus untuk menjaga kesehatan dan kekuatannya. Hal ini adalah kebutuhan dasar semua satwa terutama satwa yang berada dalam kandang.

Oleh sebab itu, sangat diperlukan perhatian pemilik untuk menekankan pertimbangan jenis makanan, frekuensi dan cara penyajian bahkan kualitas gizi makanannya. Ketersediaan air dan makanan harus didasarkan pada syarat spesifik yang dibutuhkan oleh masing – masing jenis satwa.

Kebebasan kedua, bebas dari ketidaknyamanan secara fisik dan cuaca panas dengan menyediakan suatu lingkungan yang sesuai termasuk tempat berlindung dan tempat istirahat yang nyaman. Dibagian ini pemilik perlu mempertimbangkan beberapa faktor seperti perlindungan dari kondisi cuaca buruk (contoh hujan, salju dan angin), ketersediaan akan udara segar, tempat yang teduh dan hangat, tempat yang terjangkau sinar matahari jika memang diperlukan, ketersediaan lorong bawah tanah yang sesuai bagi satwa yang suka menggali tanah, ketersediaan pohon, fasilitas untuk memanjat dan bahan lainnya yang memungkinkan penggunaan ruang yang vertikal bagi hewan yang suka memanjat atau terbang.

Kebebasan ketiga, bebas dari rasa sakit, luka dan penyakit melalui pencegahan atau diagnosis cepat dan perawatan rutin. Faktor –faktor yang perlu dipertimbangkan dalam hubungannya dengan kebebasan ini termasuk desain kAndang, ketersediaan perlengkapan kAndang, kebutuhan alat-alat yang dibutuhkan, ketersediaan ruang yang cukup dan hidup sosial berkelompok yang sesuai untuk mencegah konflik antar satwa, sanitasi yang sesuai, makanan dan perawatan kesehatan dari dokter hewan untuk mencegah atau merawat luka dan penyakit yang diderita oleh satwa.

Kebebasan keempat, bebas untuk mengekspresikan perilaku secara normal dengan menyediakan ruangan yang cukup luas dan fasilitas yang sesuai. Semua satwa peliharaan harus mendapat kesempatan untuk mengekspresikan perilaku alaminya. Mereka harus diberi kesempatan untuk memilih dan mengontrol agar dapat membuat kontribusi yang berarti dalam meningkatkan kualitas hidup mereka sendiri.

Kebebasan kelima (terakhir), bebas dari rasa takut dan tertekan. Kebebasan ini berarti bukan hanya bebas dari luka fisik atau intimidasi yang disebabkan oleh satwa yang hidup dalam kelompok sosial yang berlebihan atau tidak normal, tetapi juga ancaman predator (pemangsa) dari luar bahkan penyakit.

Stress yang menyerang manusia juga bisa menyerang satwa liar dalam kurungan atau bahkan hewan kesayangan kita. Stress umumnya diartikan sebagai antithesis daripada sejahtera. Biasanya saat stress satwa akan memberi respon perilaku meliputi, Menghindar dari stressor (contoh: menghindar dari temperatur dingin ke tempat yang lebih hangat dan sebaliknya), Menunjukkan perilaku displacement (contoh; menunjukkan perilaku display yang tidak relevan terhadap situasi konflik dimana tidak ada fungsi nyata) dan Stereotype behaviour, merupakan gerakan pengulangan dan secara relatif kelangsungan gerakan tidak bervariasi dan tidak punya tujuan jelas.

Stereotype behaviour ini bisa dilihat dari gerakan yang dilakukan oleh satwa seperti bergerak memutar, menggeleng-gelengkan kepala, berjalan bolak – balik di dalam kandang, atau hanya terdiam saja atau tidak menunjukkan respon apapun.

Dikenal pula istilah Distress yang merupakan kondisi lanjutan dari stress, pada level ini terjadi beberapa perubahan patologis, peningkatan aktifitas hormon adrenocortical, penurunan aktifitas hormonal reproduksi, (mengakibatkan penurunan performance), peningkatan tekanan darah kronis, meningkatnya kerentanan terhadap penyakit, Gastric ulcer, penyembuhan luka yang lama, Cardiovascular pathologis, Immunosuppresive, mengakibatkan kegagalan vaksinasi dan akhirnya kematian tidak bisa dielakkan

Tentu hewan kesayangan yang ada dirumah kita bukanlah sebagai pelengkap koleksi semata bukan?, mereka punya andil dan menjadi bagian dari hidup kita sehari-hari. Dengan menjaga kesehatan hewan peliharaan maka akan menjamin kesehatan pemilik, karena penyakit zoonosis yang bisa menular dari hewan ke manusia ataupun manusia ke hewan akan sulit terjadi. Ingin hidup sehat bersama satwa peliharaan Anda? Maka mulailah untuk mensejahterakan mereka sesuai dengan the five of freedom of Animal. (oleh: Drh. BQ. Erni Nurhidayati (Direktur Eksekutif ISAW)

 


Pasang Iklan

Copyrigth © 2008, All Right Reserved